PWI Nilai Permintaan Maaf Hotman Paris Tak Tulus

9 hours ago 3

PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) menilai permintaan maaf yang disampaikan pengacara Hotman Paris Hutapea tidak tulus. Hotman sebelumnya meminta maaf atas pernyataannya saat konferensi pers seusai pemeriksaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Direktur Anti-Kekerasan Wartawan PWI Edison Siahaan mengatakan Hotman hanya menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.“Hanya membuat video permintaan maaf di akun Instagram pribadinya saja,” ujar Edison pada Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Edison, hingga kini Hotman juga belum pernah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada organisasi wartawan maupun kepada wartawan yang menjadi sasaran ucapannya. “Bahkan teman wartawan yang dimaki di situ juga tidak pernah dihubungi secara pribadi untuk meminta maaf,” kata Edison.

Meski demikian, Edison mengatakan PWI menerima permintaan maaf tersebut sebagai bentuk itikad baik. Namun, ia menegaskan proses hukum terhadap Hotman tetap berjalan.

Menurut Edison, permintaan maaf tidak serta-merta menghapus pertanggungjawaban pidana.“Tidak tentu menyelesaikan tindak pidana yang telah dilakukan,” ujar Edison seusai membuat laporan di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, pernyataan Hotman dalam konferensi pers seusai pemeriksaan Febrie Adriansyah menuai kritik publik. Saat itu, seorang wartawan menanyakan apakah Febrie merasa dikriminalisasi dalam perkara yang menjeratnya.

Hotman langsung memotong pertanyaan tersebut. “Menurut kau gimana? Lu punya otak enggak?” kata Hotman dalam konferensi pers pada Jumat, 17 Juli 2026.

Ia kemudian meminta wartawan itu menilai sendiri proses hukum terhadap Febrie. Menurut Hotman, polisi menggeledah rumah kliennya secara tidak etis, bahkan sebelum penyidik memeriksa Febrie sebagai saksi. “Kalau tiba-tiba rumah lu digeledah sampai celana-celana lu, misalnya, dipamerkan itu tanpa diperiksa saksi apa pun, itu namanya apa? Jawab sendiri,” ujar Hotman kepada wartawan.

Dalam konferensi pers tersebut, Hotman beberapa kali melontarkan pernyataan bernada keras saat menjawab pertanyaan wartawan. Ia juga mempertanyakan latar belakang pendidikan hukum wartawan yang mengajukan pertanyaan.

Ketika wartawan menanyakan rencana pengajuan praperadilan, Hotman mengatakan langkah itu pasti ditempuh. Namun, saat wartawan menanyakan dugaan agenda tersembunyi dalam perkara Febrie, ia justru meminta agar pertanyaan tersebut diajukan kepada pihak lain.

Belakangan, Hotman meminta maaf melalui video yang diunggah di akun Instagram-nya. “Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers mantan Jampidsus yang mengatakan, ‘Lu punya otak enggak sih?’” kata Hotman.

Hotman mengatakan emosinya terpancing karena wartawan berulang kali mengajukan pertanyaan yang menurut dia sudah dijawab. Salah satunya berkaitan dengan dugaan agenda tersembunyi dan pihak yang dianggap keliru dalam penanganan kasus Febrie Adriansyah. “Saya sudah bolak-balik bilang saya tidak tahu,” ujarnya.

Intan Setiawanty ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |