Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Kementerian keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski kantong negara tekor akibat belanja yang melonjak agresif, pemerintah mengklaim kondisi fiskal masih aman berkat setoran pajak yang tumbuh subur.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia memperoleh peringkat AAA dengan outlook stabil dari China Lianhe Rating Co., Ltd. menjelang rencana penerbitan Panda Bond pada Kamis (23/7/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penerbitan perdana tersebut menjadi langkah awal pemerintah menjajaki pasar surat utang di China.
"Terkait penerbitan Panda Bond, rencananya akan dilakukan pada 23 Juli dengan target awal sebesar 1 miliar dolar AS," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Juli di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Purbaya mengatakan penerbitan tahap awal dibatasi sebesar 1 miliar dolar AS sebagai langkah penjajakan pasar. Meski permintaan diperkirakan tinggi, pemerintah memilih mengukur minat investor terlebih dahulu sebelum menambah nilai penerbitan pada tahap berikutnya.
"Jika diperlukan, beberapa bulan kemudian kami dapat melakukan penerbitan kembali dengan nilai yang lebih besar," ungkapnya.
Purbaya menjelaskan peringkat AAA diberikan antara lain karena pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat, fundamental ekonomi solid, rasio utang pemerintah rendah, serta didukung cadangan devisa yang memadai. Dengan peringkat tersebut, pemerintah optimistis penerbitan Panda Bond akan mendapat respons positif dari investor.
"Dengan peringkat AAA tersebut, kami berharap penerbitan surat utang Indonesia di sana tidak akan mengalami kesulitan," ujarnya.
Dalam penerbitan tersebut, Bank of China bertindak sebagai lead underwriter, sedangkan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), China International Capital Corporation (CICC), China CITIC Bank (CITIC), dan DBS menjadi joint lead underwriters sekaligus joint bookrunners. Sementara itu, Agricultural Bank of China (ABC), China Construction Bank (CCB), dan sejumlah bank lainnya ditunjuk sebagai co-manager.

5 hours ago
4









































