Prabowo Bangga Anak Petani dan Buruh Lulusan Terbaik IPDN

5 hours ago 7

PRESIDEN Prabowo Subianto melantik lulusan baru Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN angkatan ke-33 pada Rabu, 29 Juli 2026 di Kampus Jatinangor, Jawa Barat. Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan kebanggaannya terhadap lulusan terbaik IPDN yang berasal dari anak-anak buruh dan petani.

"Saya mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri, sepuluh lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana," kata Prabowo seperti disiarkan Sekretariat Presiden.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Presiden, para lulusan terbaik itu ada yang berasal dari keluarga buruh dan keluarga petani. Selain itu, ia berujar, ada juga anak dari prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpangkat bintara.

Ketua Umum Partai Gerindra ini berujar mereka adalah bukti bahwa seleksi IPDN yang dijalankan Kementerian Dalam Negeri sudah berhasil. "Putra-putri terbaik bangsa, anak siapa pun. Ini membuktikan NKRI berhasil. Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi pamong praja, siapa tahu satu saat dia akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat," kata dia.

Menurut Prabowo, sistem seleksi yang baik akan melahirkan aparatur terbaik yang dipilih berdasarkan kemampuan dan meritokrasi. Ia menilai keberhasilan anak dari keluarga sederhana menjadi pamong praja adalah bukti bahwa sistem di Indonesia memberikan peluang bagi semua warga negara.

Ada sepuluh sarjana terbaik IPDN yang mendapat penghargaan lulusan terbaik dalam wisuda kali ini. Ada dua jenis penghargaan, yaitu Kartika Astha Brata untuk lulusan terbaik dan Sapta Abdi Praja sebagai predikat lulusan berprestasi. Berikut daftarnya:

Penerima Kartika Astha Brata
1. Aji Bayu Ramadhan (NTT), Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan.

Penerima Sapta Abdi Praja
1. Charina Anggie Simbolon (Kepulauan Riau), Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat.
2. Mohamad Toriq Anwar (Jawa Tengah), Keuangan Publik.
3. M Ramdhan (Jawa Barat), Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik.
4. Febyanti Rachman (Jawa Tengah), Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik.
5. Siti Ifadoh (Jawa Timur), Politik Indonesia Terapan.
6. Dwi Ajeng Ayu Farahdilah Akbbar (Jawa Timur), Studi Kebijakan Publik.
7. Dwimas Januari Setiawan (NTT), Administrasi Pemerintahan Daerah.
8. I Kadek Bayu Swastika (Bali), Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
9. Agung Mirah Prayoga (Jawa Timur), Praktik Perpolisian Tata Pamong.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |