POPULASI orangutan sumatera terus menyusut. Hasil survei terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi menunjukkan jumlah orangutan sumatera (Pongo abelii) kini tinggal sekitar 11.694 individu atau turun 19,5 persen dibandingkan 2011. Sementara populasi orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) diperkirakan hanya tersisa 716 individu.
Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menyebut temuan tersebut sebagai peringatan keras bagi pemerintah dan perusahaan yang beroperasi di bentang alam Batang Toru.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Tidak ada lagi toleransi terhadap perusakan habitat maupun aktivitas yang meningkatkan risiko berkurangnya populasi orangutan. Kehilangan satu individu saja dapat berdampak besar bagi kelangsungan orangutan tapanuli," katanya, Senin, 20 Juli 2026.
Survei yang melibatkan Kementerian Kehutanan itu juga mengungkap sekitar 82 persen populasi orangutan masih berada di kawasan hutan konservasi. Namun, sekitar 2.200 individu atau hampir seperlima populasinya hidup di luar kawasan lindung yang memiliki perlindungan lebih lemah.
Penurunan populasi paling tajam terjadi di bentang alam Leuser yang kehilangan sekitar 2.000 individu dalam lebih dari satu dekade. Di Rawa Tripa, populasi menyusut hingga 75 persen dari 212 menjadi hanya 52 individu. Sementara di Batu Ardan, jumlah orangutan turun sekitar 40 persen, dari 556 menjadi 332 individu.
Menurut Annisa, ancaman terhadap orangutan tidak hanya berasal dari hilangnya hutan, tetapi juga konflik manusia dengan satwa, perburuan, perdagangan ilegal, dan fragmentasi habitat. Kasus repatriasi orangutan sumatera dari Thailand pada akhir 2025 menjadi bukti bahwa perdagangan satwa liar masih berlangsung.
Geopix mendesak pemerintah memperkuat perlindungan koridor ekologis yang menghubungkan habitat orangutan, memulihkan kawasan hutan yang rusak, serta meningkatkan penegakan hukum terhadap perburuan dan perdagangan satwa liar. Organisasi itu juga meminta aspek konservasi menjadi bagian dari setiap kebijakan pembangunan yang berpotensi mempengaruhi habitat orangutan.
"Enough is enough. Sudah cukup perusakan dan perdebatan. Kita harus bertindak sekarang, atau orangutan akan punah di depan mata kita lebih cepat daripada yang kita bayangkan," ujar Annisa.
https://www.tempo.co/lingkungan/jakarta-kurangi-open-dumping-di-bantargebang-mulai-1-agustus-2276927
https://www.tempo.co/tag/apple








































