PLN Pastikan Pasokan Batu Bara Hampir Seluruhnya Terpenuhi

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik hampir seluruhnya telah terpenuhi. Kepastian tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran mengenai ketersediaan batu bara setelah pemerintah menerapkan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara.

Darmawan mengatakan kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 152 juta ton per tahun. Saat ini, kata dia, pemerintah telah memberikan penugasan lebih dari 200 juta ton dan proses kontrak untuk memenuhi kebutuhan pembangkit hampir seluruhnya rampung.

"Jadi kebutuhan batu bara untuk PT PLN (Persero) per tahun 152 juta ton. Saat ini sudah ada penugasan lebih dari 200 juta ton. Dari kebutuhan 152 juta ton itu, hampir semuanya tercukupi, Pak. Saat ini sedang berproses," kata Direktur Utama PLN saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Darmawan memastikan PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), agar proses kontrak berjalan cepat. Dengan demikian, pasokan batu bara sesuai spesifikasi pembangkit dapat segera terpenuhi.

"Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pak Menteri ESDM dan Pak Dirjen Minerba sehingga kontrak untuk memenuhi kebutuhan 152 juta ton per tahun dengan spesifikasi yang sesuai dengan pembangkit, baik milik PLN maupun mitra kami, berjalan sangat cepat dan insya Allah terpenuhi," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya PLN menghadapi kendala pasokan batu bara kalori menengah yang memengaruhi sistem kelistrikan di Pulau Jawa hingga menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah. Saat itu, PLN mempercepat penandatanganan kontrak dengan pemasok yang telah memperoleh penugasan dari pemerintah serta berkoordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Minerba untuk mempercepat distribusi batu bara ke pembangkit.

Percepatan tersebut membuat pasokan batu bara kalori menengah mulai mengalir ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), antara lain PLTU Lontar, Labuan, Suralaya, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, Indramayu, Paiton, Rembang, Pacitan, hingga Tanjung Awar-Awar. PLN menilai masuknya pasokan tersebut menjadi kunci pemulihan keandalan sistem kelistrikan di Jawa.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan relaksasi RKAB batu bara tidak mengganggu pasokan untuk PLN. Menurut dia, pemerintah tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri, terutama untuk sektor kelistrikan dan industri.

"Jadi jangan lagi ada orang membangun persepsi seolah-olah RKAB itu berdampak pada PLN. Ini Direktur Utama PLN sudah menyampaikan. Karena kita prioritaskan kebutuhan dalam negeri, termasuk industri-industri lainnya," ujar Bahlil.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |