Pesantren Baitul Arqom Kembangkan Pertanian dan Peternakan untuk Kemandirian Pangan

3 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER – Pondok Pesantren Baitul Arqom, Balung, Jember, Jawa Timur, mengembangkan pertanian dan peternakan dengan melibatkan para santri. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan pesantren sekaligus menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi santri.

Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Arqom KH Izzat Fahd mengatakan kegiatan bercocok tanam dan beternak tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan pangan, tetapi juga melatih keterampilan santri.

“Para santri di Baitul Arqom tidak hanya dibekali keilmuan agama, tetapi juga dilatih secara langsung untuk bercocok tanam dan berternak. Hasil dari usaha ini dirasakan langsung manfaatnya, salah satunya untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” kata Kiai Izzat dalam keterangan pers, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Kiai Izzat, pesantren memiliki potensi untuk mengembangkan kegiatan produktif berbasis komunitas. Pertanian dan peternakan juga dapat menjadi keterampilan yang dikembangkan santri setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan tersebut ditopang pengelolaan wakaf dan sejumlah unit usaha pesantren. Badan Pengelola Penelitian dan Pengembangan Pesantren (BP3) Wakaf dan Amal Usaha Pondok Pesantren Baitul Arqom Muhammad Imaduddin mengatakan kemandirian ekonomi dapat menjadi modal bagi pesantren untuk mengembangkan kegiatan produktif.

“Pondok Pesantren Baitul Arqom memiliki fondasi yang sangat kuat dalam kemandirian usahanya, baik melalui pengelolaan wakaf maupun potensi unit bisnis pesantren. Kami siap bersinergi, berkontribusi, dan mendukung seluruh rencana serta program baik dari Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan Indonesia yang berdikari, maju, dan sejahtera,” kata Imaduddin.

Ia menilai pesantren dapat mengembangkan peran di luar pendidikan keagamaan melalui berbagai kegiatan ekonomi produktif. Pertanian, peternakan, dan usaha pangan menjadi sejumlah sektor yang dapat dikembangkan sesuai potensi masing-masing pesantren.

Baitul Arqom berharap pengembangan pertanian dan peternakan dapat menjadi model yang diterapkan oleh pesantren atau komunitas lain sesuai kondisi daerah masing-masing.

“Kami harap sistem kemandirian pangan ala pesantren dapat ditiru dan diikuti oleh lembaga pendidikan dan masyarakat lainnya, harapannya demi menjaga keamanan pangan kita di tengah naiknya harga sejumlah bahan pokok dan kondisi El Nino yang berkepanjangan,” ujarnya.

Pengembangan sektor pangan di Baitul Arqom pada akhirnya tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan internal pesantren. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi santri untuk memperoleh pengalaman dalam mengelola pertanian, peternakan, dan usaha pangan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |