Pertamina Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Berubah di Tengah Lonjakan Harga Minyak

25 minutes ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertamina memastikan harga bahan bakar minyak BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia. Kepastian tersebut disampaikan menyusul harga minyak mentah Brent yang kembali menembus 100 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis (10/9/2026).

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun mengatakan pihaknya tetap mengacu pada kebijakan pemerintah dalam menentukan kebijakan terkait BBM bersubsidi.

"Pada prinsipnya sesuai dengan Kebijakan Pemerintah yang diacu Pertamina bahwasannya Masyarakat tidak perlu kuatir untuk BBM Bersubsidi akan tetap dan tidak mengalami perubahan penyesuaian," kata Roberth lewat pesan singkat kepada Republika, Kamis (10/9/2026).

Ia memastikan Pertamina akan melakukan koordinasi internal dalam menyikapi pergerakan harga minyak dunia. Setelah itu, Pertamina akan berkoordinasi secara intensif dengan regulator atau pemerintah.

"Terkait dengan harga Minyak Dunia yang fluktuatif ini tentunya Pertamina akan berkordinasi terlebih dahulu secara internal dan kemudian berkordinasi intens dengan Regulator/Pemerintah," ujar Roberth.

Dia menjelaskan koordinasi tersebut berkaitan dengan evaluasi yang dilakukan setiap bulan. Evaluasi dilakukan untuk melihat berbagai kemungkinan, potensi, dan kebijakan yang mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

"Hal ini tentunya terkait dengan evaluasi bulanan yang dilakukan dalam melihat kemungkinan dan potensi serta posibilities dan kebijakan yang mengikuti hal tersebut," kata Roberth.

Harga minyak mentah Brent menembus 100 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis (10/9/2026) dan ditutup pada level tertinggi sejak akhir Mei. Kenaikan tersebut terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) menyerang kapal tanker dalam gelombang serangan terbesar terhadap pelayaran sejak perang dimulai.

Kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman terdekat ditutup naik 3,29 dolar AS atau 3,4 persen menjadi 101,21 dolar AS per barel, setelah sempat menyentuh 101,58 dolar AS. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 3,02 dolar AS atau 3,25 persen menjadi 96,05 dolar AS per barel.

Kedua acuan harga minyak tersebut ditutup pada level tertinggi sejak 22 Mei 2026. Pergerakan tersebut meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah akan semakin parah.

Sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari 2026, harga Brent sempat melonjak hingga 126,41 dolar AS per barel pada 30 April. Harga Brent kemudian hanya sesaat menyentuh 100 dolar AS per barel pada akhir Juli sebelum kembali berada di bawah level tersebut.

Volume pelayaran melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah level sebelum perang. Jalur tersebut menjadi salah satu rute energi terpenting dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global sebelumnya melewati kawasan tersebut.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pun menaikkan proyeksi harga minyak untuk tahun ini dan tahun depan. Langkah tersebut dilakukan ketika persediaan minyak global turun dengan cepat akibat berkurangnya pasokan dari Timur Tengah karena perang.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |