Perjuangan Yusuf Nyetir Bajaj dari Yogya ke Bandung demi Antarkan Anaknya Kuliah di ITB

2 hours ago 2

Bajaj (ilustrasi). Yusuf, seorang sopir bajaj yang rela mengantarkan anaknya Andromeda Sufi Anggoro untuk berkuliah di kampus ITB. Ia mengantarkan anaknya dari Yogyakarta ke Bandung selama 24 jam menggunakan bajaj yang biasa digunakan sehari-hari mencari nafkah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Cerita haru datang dari sosok Yusuf seorang sopir bajaj yang rela mengantarkan anaknya Andromeda Sufi Anggoro untuk berkuliah di kampus ITB. Ia mengantarkan anaknya dari Yogyakarta ke Bandung selama 24 jam menggunakan bajaj yang biasa digunakan sehari-hari mencari nafkah.

Andro anaknya tersebut diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Andro beserta keluarga disambut Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara.

Andro yang merupakan lulusan SMAN 4 Yogyakarta sejak kelas X SMA sudah bercita-cita ingin berkuliah di ITB. Namun, keinginan tersebut sempat tertunda karena kondisi ekonomi keluarga.

Yusuf, ayah Andro, awalnya belum mengizinkan anaknya berkuliah di Bandung karena khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikannya. “Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Yogyakarta,” kata Yusuf belum lama ini.

Setelah berkuliah di Yogyakarta dan memasuki semester kedua, Andro mulai memikirkan kembali cita-citanya untuk berkuliah di ITB. Tanpa bercerita kepada keluarganya, ia mempersiapkan diri kembali mengikuti UTBK.

Karena keterbatasan biaya, Andro tidak mengikuti bimbingan belajar. Ia mengandalkan video pembelajaran yang tersedia di YouTube serta mengikuti sejumlah latihan dan uji coba tes secara daring.

“Saya belum pernah ikut bimbel karena persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi yang ingin dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya,” kata Andro.

Yusuf, saat mengetahui Andro dinyatakan diterima di ITB, mengaku sempat bingung memikirkan biaya yang harus dipersiapkan. Namun, istrinya mengajak Yusuf tetap yakin dan mengupayakan keberangkatan anak mereka.

“Istri saya bilang, ‘Ayah, bismillah’. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung,” ujar Yusuf.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |