Sejumlah kendaraan melintas di dekat tiang monorel yang terhenti pembangunannya di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (29/5/2025). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tiang-tiang monorel yang terbengkalai di sejumlah ruas jalan ibu kota. Menurutnya, keberadaan tiang-tiang beton yang tersebar di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, hingga kawasan Senayan, Jakarta Selatan, telah merusak wajah kota.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyiapkan anggaran Rp 100 miliar untuk membongkar tiang monorel di Jalan Rasuna Said. Rencananya, pembongkaran itu mulai dilakukan pada Rabu (14/1/2026) pekan depan.
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jakarta, Ali Lubis, mengaku sama sekali belum melakukan pembahasan terkait rencana pembongkaran tiang proyek mangkrak itu. Apalagi, terkait penggunaan APBD untuk membongkar tiang-tiang tersebut.
"Soal pembongkaran tiang monorel sejauh ini kami di Komisi D belum ada pembahasan sama sekali. Terkait pembongkaran menggunakan dana dari APBD, saya juga belum tau, sebab sampe sejauh ini belum ada informasi," kata dia ketika dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Ia mengklaim, Pemprov Jakarta belum pernah sama sekali mengajak Komisi D untuk melakukan pembahasan. Terutama terkait dengan jumlah anggaran yang akan digunakan untuk melakukan pembongkaran tiang monorel.
"Bahkan untuk pembahasan dalam rapat pun tidak ada terkait dana APBD sebesar Rp 100 miliar yang akan di gunakan untuk membongkar tiang monorel," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta Heru Suwondo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran senilai Rp 100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said. Namun, anggaran itu tidak hanya digunakan untuk pembongkaran tiang, melainkan juga penataan jalan dan trotoar sepanjang 3,5 kilometer di kawasan tersebut.
"Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Detailnya saya enggak pegang ya. Totalnya semua sekitar 100 (Miliar)," kata dia di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Ia menyatakan, anggaran itu semuanya berasal dari APBD Jakarta. Pasalnya, jalan dan trotoar yang ada di kawasan itu merupakan aset milik Pemprov Jakarta. Namun, tiang-tiang yang masih berdiri itu merupakan aset PT Adhi Karya.

1 week ago
12















































