Pasukan Emak Dikerahkan Tagih Pajak Kendaraan Bermotor

2 hours ago 1

BADAN Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Jawa Barat. merekrut pasukan emak untuk menagih penunggak pajak kendaraan bermotor (PKB). “Namanya Petugas Penelusur. Tugasnya ‘memburu’ puluhan ribu penunggak pajak kendaraan bermotor yang sudah lama tidak memenuhi kewajiban,” tutur Kepala BPKPD Kota Cirebon, Arif Kurniawan, Kamis, 30 Juli 2026.

Menariknya petugas penelusur ini mayoritas ibu-ibu atau emak-emak lokal yang menyisir warga mereka sendiri atau hingga tingkat rukun warga. Menurut Arif, petugas penelusur akan melacak Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) alias kendaraan “bodong” pajak yang jumlahnya kini sudah mencapai angka 35.399 unit dengan masa tunggakan lebih dari lima tahun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

”Program ini merupakan penelusuran masif yang bertujuan untuk mendongkrak penerimaan Pendapatan Asli Daerah atau PAD melalui opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB),” ujar Arif.

Program ini juga merupakan bentuk dukungan Pemkot Cirebon terhadap Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Samsat Jawa Barat. ”Pembagian porsi opsen pajak daerah menjadi alasan utama Pemkot ikut menerjunkan tenaga tambahan di lapangan. Seperti diketahui kita dapat opsen PKB dan BBNKB ,” kata Arif. Kerja sama ini sudah berjalan sejak dua tahun lalu. 

Selanjutnya BPKPD telah meminta 10 kelurahan prioritas untuk menyetorkan masing-masing 10 nama calon petugas penelusur. Kelurahan yang disasar merupakan kawasan dengan potensi tunggakan pajak kendaraan tertinggi hingga terendah di Kota Cirebon.

Arif menjelaskan pemilihan emak-emak sebagai ujung tombak penelusuran dikarenakan sejumlah alasan, salah satunya karakter mereka yang dianggap persuasif dan luwes. Karakter ini dinilai ampuh dalam melunakkan hati para penunggak pajak. “Tapi seleksi ketat tetap diberlakukan. Kelurahan kami minta untuk menyaring figur sesuai kriteria yang telah ditentukan. Diantaranya domisili lokal, komunikatif, persuasif, melek teknologi dan memiliki komitmen tinggi,” tutur Arif. 

Tahun kemarin, kata Arif, pihaknya sudah membentuk pasukan penelusur yang didominasi laki-laki. Namun pasukan penelusur itu dianggap kurang efektif karena di siang hari mereka kerja. Sedangkan ibu-ibu lebih banyak punya waktu luang dimana dalam sehari bisa melakukan penelusuran 3 sampai 4 orang.

Sementara itu untuk potensi tunggakan pajak kendaraan tertinggi ada di Kelurahan Kalijaga yang mencapai 5.276 unit. Disusul Kelurahan Harjamukti, Kecapi, Larangan, Kesenden, Sukapura, Drajat, Karyamulya, dan Kelurahan Pegambiran. Sementara posisi dengan potensi tunggakan PKB terendah Kelurahan Pekiringan dengan 2.697 unit.

Berdasarkan informasi dari infopajak.cirebonkota.go.id total pendapatan Kota Cirebon dari sektor pajak hingga Kamis, 30 Juli 2026 pukul 14.00 WIB mencapai Rp 163 miliar lebih atau setara dengan 45,56 persen dari total target Rp 357,9 miliar. 

Sedangkan untuk PKB (opsen) jumlahnya mencapai Rp25,8 miliar atau 49,1 persen dari target Rp52,6 miliar. Untuk BBNKB jumlahnya yang sudah tercapai Rp13 miliar atau 50,63 persen dari total Rp25,8 miliar.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |