Panaskan Laut Mediterania, Turki Siapkan 100 Kapal Drone Kamikaze yang Hancur Bersama Targetnya

1 hour ago 1

Ilustrasi kapal drone pengebom.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turki tengah mempercepat modernisasi kekuatan lautnya dengan rencana membeli 100 kapal permukaan tak berawak sekali pakai atau unmanned surface vessel (USV) untuk angkatan lautnya. Informasi itu terungkap dalam pameran pertahanan SAHA Expo 2026 yang digelar di Istanbul.

Keputusan pengadaan sistem tersebut diambil dalam rapat Komite Eksekutif Industri Pertahanan pada Februari lalu. Komite ini merupakan lembaga tertinggi yang menentukan kebijakan industri dan pengadaan pertahanan Turki.

Proyek tersebut berada di bawah pengawasan Sekretariat Industri Pertahanan Turki (SSB). Sebanyak 100 kapal tak berawak itu akan diproduksi oleh tiga perusahaan pertahanan berbeda yang bekerja sama dengan galangan kapal domestik.

Perusahaan pertama adalah Aselsan yang bermitra dengan Ares Shipyard. Mereka memperkenalkan USV bernama Tufan dalam ajang SAHA Expo 2026.

Penyedia kedua adalah STM yang bekerja sama dengan Yonca Shipyard. Produk mereka bernama Yaku dan juga diperkenalkan dalam pameran tersebut.

Sementara produsen ketiga adalah Havelsan yang bekerja sama dengan Galangan Kapal Sefine.

Dalam pembagian produksi, Aselsan mendapat pesanan 40 unit, sedangkan STM dan Havelsan masing-masing memproduksi 32 unit. Jumlah tersebut disesuaikan dengan doktrin operasi militer Turki yang mengandalkan formasi empat drone laut dalam satu kelompok operasi, sebagaimana diberitakan Defense News pada Ahad (24/5/2026).

USV Tufan buatan Aselsan dirancang untuk menyerang target di laut maupun wilayah pesisir. Kapal tanpa awak itu memiliki panjang delapan meter dan membawa bahan peledak berkekuatan tinggi setara bom Mk 82.

Sementara itu, Yaku buatan STM dikembangkan untuk operasi maritim asimetris, mulai dari perlindungan pelabuhan hingga serangan di laut terbuka. Kapal ini memiliki panjang 5,8 meter dengan bobot sekitar 1,7 ton.

Baik Tufan maupun Yaku dirancang sebagai kapal serang tak berawak sekali pakai yang mampu melakukan serangan presisi terhadap target permukaan. Keduanya menggunakan desain lambung rendah dan ringkas untuk mengurangi kemungkinan terdeteksi radar maupun pengamatan visual.

Kedua sistem juga dilengkapi kemampuan komunikasi garis pandang dan satelit sehingga dapat diintegrasikan ke dalam operasi militer berbasis jaringan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |