Nasabah Layanan Bullion BSI Melonjak 700 Persen pada Semester I 2026

1 hour ago 2

Karyawan menunjukkan produk emas di Gedung BSI Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2026). BSI dan Antam berkolaborasi memperkuat peran bullion banking yang mengkreasikan Pop Up Booth BSI & Antam di BSI Tower, Jakarta, pada 2–5 Juni 2026. Sinergi ini bertujuan memberikan kemudahan bagi nasabah untuk membeli emas Antam fisik secara langsung. Sebagai syarat utama pembelian emas fisik pada ajang eksklusif ini, nasabah wajib memiliki rekening BSI Emas yang diakses melalui aplikasi Byond by BSI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan pesat bisnis emas pada semester I 2026. Hingga Juni 2026, jumlah nasabah layanan bullion melonjak 700 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi lebih dari 1,3 juta nasabah. Pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan berbasis komisi (fee-based income/FBI) bisnis emas hingga 712 persen yoy.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, sepanjang Januari-Juni 2026 perseroan telah memperdagangkan 8,06 ton emas melalui layanan bullion bank. Menurut dia, tingginya minat masyarakat menunjukkan emas semakin dipilih sebagai instrumen investasi untuk menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Melalui layanan bullion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang,” ujar Ade dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Ia mengatakan, layanan bullion melengkapi ekosistem bisnis emas BSI yang mencakup cicil emas, gadai emas, penjualan BSI Gold, hingga layanan bullion bank. Melalui aplikasi BYOND by BSI, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas mulai Rp50 ribu dengan transaksi pembelian dan penjualan secara real time selama 24 jam setiap hari.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |