Mentrans: SDM Unggul Kunci Transformasi Transmigrasi

4 hours ago 4

INFO TEMPO – Transformasi Transmigrasi yang tengah dijalankan pemerintah membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul agar mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

Menurut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, kualitas SDM menjadi faktor penentu keberhasilan hilirisasi, industrialisasi, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru, di samping investasi, teknologi, dan sumber daya alam.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kalau kita ingin hilirisasi berhasil, kawasan-kawasan ekonomi baru tumbuh, dan Indonesia menjadi negara maju, maka kita membutuhkan SDM unggul. Kuncinya adalah kedisiplinan yang berorientasi pada keberhasilan menuntaskan misi," ujar Iftitah saat memberikan pembekalan kepada 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Iftitah, kebutuhan akan SDM unggul menjadi fondasi Transformasi Transmigrasi yang kini tidak lagi berorientasi pada pemindahan penduduk semata. Pemerintah mengarahkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat persatuan Indonesia.

Karena itu, setiap kawasan transmigrasi membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan, menghadirkan inovasi, mengembangkan potensi lokal, serta menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurut Iftitah, karakter tersebut hanya dapat diwujudkan melalui disiplin yang berorientasi pada hasil. Disiplin, kata dia, bukan sekadar ketepatan waktu atau kepatuhan terhadap aturan, melainkan memastikan setiap tugas menghasilkan solusi dan setiap target benar-benar tercapai.

"Disiplin bukan sekadar datang tepat waktu atau baris-berbaris. Disiplin adalah memastikan setiap misi selesai, setiap target tercapai, dan setiap pekerjaan memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Selain kompetensi dan disiplin, Iftitah juga menekankan pentingnya kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat. Menurut dia, pembangunan kawasan transmigrasi akan berjalan lebih cepat apabila SDM mampu memahami karakter, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat.

"Kementerian Transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan penduduk. Kita membangun peradaban dan memindahkan kehidupan," kata Iftitah. "Kita harus memiliki cultural attachment. Persatuan Indonesia tidak cukup hanya di atas peta, tetapi juga harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat," ujarnya.

Ia berharap Tim Ekspedisi Patriot menjadi contoh SDM unggul yang mampu menggabungkan ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial untuk menghadirkan solusi nyata di kawasan transmigrasi.

Tim Ekspedisi Patriot 2026 terdiri atas 1.476 peserta yang terbagi dalam 246 tim dan akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Mereka akan memetakan potensi daerah, mengidentifikasi tantangan pembangunan, serta menyusun rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan untuk mempercepat pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. (*)

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |