Mengapa Ada Perokok yang Nggak Kena Kanker?

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski merokok dikaitkan dengan risiko kanker, namun ada perokok tidak mengembangkan kanker selama hidupnya. Di sisi lain, sebagian orang yang tidak pernah merokok justru mengalami kanker. Apa penyebabnya?

Studi baru yang dipublikasikan di jurnal Nature memberikan petunjuk mengenai alasan di balik perbedaan respons tubuh terhadap paparan penyebab kanker. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor genetik seseorang dapat memainkan peran besar dalam menentukan bagaimana kanker berkembang setelah terjadi kerusakan DNA.

"Studi ini memberi kita petunjuk yang menarik bahwa gen yang kita warisi mungkin memiliki pengaruh besar pada cara kanker berkembang setelah kerusakan DNA," kata kepala informasi penelitian Cancer Research UK Sam Godfrey dilansir laman Euronews, Selasa (28/7/2027).

Para peneliti menemukan bahwa variasi genetik bawaan, bahkan dalam tingkat yang relatif kecil, dapat memengaruhi cara tumor berevolusi setelah mengalami kerusakan DNA akibat penyebab kanker yang sama. Faktor genetik juga berperan dalam menentukan mutasi mana yang berkembang, bagaimana tumor terbentuk, serta kemungkinan bagaimana kanker tersebut merespons pengobatan.

Duncan Odom, yang memimpin studi ketika masih bekerja di CRUK Cambridge Institute, mengatakan penelitian ini untuk pertama kalinya menunjukkan sejauh mana latar belakang genetik memengaruhi proses mutasi serta jalur yang mengarah pada perkembangan tumor. "Kami berhasil menunjukkan untuk pertama kalinya sejauh mana latar belakang genetik memengaruhi proses mutasi dan jalur yang mengarah pada perkembangan tumor," kata Duncan Odom.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan empat strain tikus yang memiliki perbedaan genetik untuk menggambarkan tingkat keberagaman genetik yang mirip dengan yang ditemukan pada manusia. Semua tikus tersebut diberikan paparan zat karsinogen penyebab kanker hati yaitu diethylnitrosamine (DEN).

Senyawa DEN diketahui terdapat dalam asap rokok dan beberapa makanan olahan. DEN dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sel hati, yang kemudian memicu munculnya mutasi yang dapat menjadi awal terbentuknya tumor.

Paparan dilakukan dalam kondisi yang sangat terkontrol. Semua tikus menerima dosis zat karsinogen yang sama pada usia yang sama, yaitu ketika berumur 15 hari.

Namun meskipun mengalami paparan yang identik, perkembangan kanker pada tikus-tikus tersebut berjalan melalui jalur evolusi yang berbeda, tergantung pada latar belakang genetik masing-masing. Para peneliti menganalisis hampir 600 tumor untuk merekonstruksi bagaimana kanker berkembang dan berubah dari waktu ke waktu.

Hasil penelitian menunjukkan banyak tumor pada akhirnya mengaktifkan proses biologis yang sama yang mendorong pertumbuhan kanker. Namun, tumor-tumor tersebut mencapai kondisi tersebut melalui mutasi dan perubahan genetik yang berbeda.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kanker bukan hanya dipengaruhi oleh faktor penyebab dari luar tubuh, seperti paparan zat karsinogen. Namun juga oleh susunan genetik bawaan seseorang yang menentukan jalur evolusi kanker setelah tumor mulai terbentuk.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |