Komunitas Sungai Garda Depan Gerakan Pulihkan Sungai Indonesia

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, MOJOKERTO – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat mengapresasi peran komunitas sungai yang selama ini menjadi penggerak utama dalam menjaga dan memulihkan sungai di berbagai daerah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam memastikan upaya pelestarian dan pemulihan sungai di Indonesia.

"Semua peradaban, termasuk di Indonesia itu pasti jejaknya ada di sungai. Dan saudara-saudara melakukan itu di tempat ini, di tempatnya masing-masing. Dan siap membuka diri untuk berkolaborasi dengan siapa pun, utamanya dengan pemerintah, dengan akademisi, pengusaha, korporasi, dan sebagainya. Dan terima kasih juga sudah percaya kepada Menteri Lingkungan Hidup. Karena memasukkan Menteri Lingkungan Hidup sebagai ex-officio menjadi Dewan Penasihat bagi komunitas sungai," kata Jumhur di Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (27/7/2026).

Dalam pernyataannya, Kementerian Lingkungan Hidup mengungkapkan Konferensi Sungai Se-Indonesia ini digelar untuk menyambut Hari Sungai Nasional. Dalam konferensi itu Kementerian menegaskan kembali komitmen untuk melindungi dan memulihkan sungai di seluruh Indonesia.

Kementerian mengatakan di tengah tantangan penurunan kualitas sungai upaya menjaga sungai menjadi semakin penting. Kementerian mencatat berdasarkan hasil pemantauan kualitas air nasional tahun 2025 pada 6.245 lokasi pemantauan yang mencakup 1.926 sungai dan 109 danau atau situ, tercatat sebanyak 234 badan air memenuhi baku mutu, sementara 1.801 badan air mengalami pencemaran.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan pemulihan kualitas sungai, dengan parameter dominan pencemar meliputi Biological Oxygen Demand (BOD), Total Coliform, Fecal Coliform, dan klorin yang berasal dari berbagai aktivitas domestik, peternakan, hingga industri.

Kementerian mengungkapkan Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 yang berlangsung pada 25–27 Juli 2026 bagian dari upaya untuk memperkuat langkah pelestarian sungai. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari 15 provinsi, 53 kabupaten dankota, serta perwakilan dari 33 daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia. Selama tiga hari para peserta akan bertukar gagasan, berbagi praktik baik, serta memperkuat jejaring kolaborasi dalam menghadirkan solusi nyata pemulihan sungai Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong berbagai upaya pelestarian sungai melalui keterlibatan lintas pihak. Berbagai program seperti susur sungai dan patroli air terus dilakukan untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga sungai.

"Kami sering melakukan susur sungai bersama-sama, tetapi itu belum cukup. Maka sekali lagi kami mengucapkan terima kasih para penggiat, pecinta lingkungan, dan juga kami meng-SK-kan khusus untuk Patroli Air. Tentu ini merupakan wujud dari kerja sama kita, di samping tidak terlepas dari dunia usaha, akademisi, media, sama-sama kita concern untuk bagaimana menyelamatkan kemudian melestarikan sungai kita," ujar Adhy.

Selain menjadi ruang dialog dan penguatan jejaring, Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 juga menghasilkan sejumlah komitmen bersama melalui pembacaan Deklarasi Komunitas Sungai, kegiatan penanaman pohon, dialog interaktif, serta penandatanganan Nota Kesepahaman antara KLH/BPLH dan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan sungai sekaligus mendukung pemanfaatan sungai secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan wisata air dan olahraga arung jeram yang tetap memperhatikan fungsi ekologis sungai.

Anggota Komunitas Konservasi Air dari Aceh, Rahmalinda berharap konferensi dapat menghasilkan aksi nyata. "Mudah-mudahan konferensi ini jangan hanya sekadar seremonial, jadi mudah-mudahan ini menjadi catatan bagi pihak kementerian ataupun juga bagi kami komunitas. Setidaknya kita punya wacana untuk tahun depannya jangan cukup sampai di sini saja," katanya.

Melalui Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026, Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan sungai bukan hanya bagian dari bentang alam, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Kolaborasi multipihak yang semakin menjadi fondasi penting untuk menghadirkan ekosistem sungai yang lestari sekaligus mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |