Keutamaan Puasa Sunnah Senin dan Kamis Beserta Lafadz Niatnya

2 hours ago 2

ILUSTRASI Puasa.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Puasa sunnah Senin dan Kamis merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam dan senantiasa mendapat perhatian dari Nabi Muhammad SAW. Selain menjadi kebiasaan Rasulullah SAW, kedua puasa tersebut memiliki sejumlah keutamaan, mulai dari waktu diperlihatkannya amal perbuatan hingga dibukanya pintu-pintu surga. Berikut keutamaan puasa Senin dan Kamis beserta lafadz niatnya.

Syekh Khatib Asy-Syirbini (wafat 977 Hijriyah) menjelaskan bahwa puasa sunnah pada Senin dan Kamis memiliki keutamaan, karena Nabi Muhammad SAW senantiasa memberi perhatian khusus terhadap dua hari tersebut.

"Sangat dianjurkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis, karena Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan puasa pada kedua hari itu. Rasulullah SAW bersabda, 'Keduanya adalah dua hari di mana amal-amal diperlihatkan, maka aku suka apabila amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa'." (Al-Iqna’ fi Halli Alfadz Abi Syuja)

Puasa sunnah Senin dan Kamis memiliki banyak keutamaan yang membuatnya layak dijaga secara istiqamah. Berikut beberapa keutamaannya, dikutip dari laman MUI Digital.

1. Amalan yang rutin dikerjakan oleh Rasulullah

Imam al-Baghawi (wafat 516 Hijriyah) menjelaskan bahwa puasa sunnah Senin dan Kamis disunnahkan karena Rasulullah SAW membiasakan diri berpuasa pada kedua hari tersebut.

Riwayat dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu memilih hari Senin dan Kamis untuk berpuasa.

“Disunnahkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis, berdasarkan riwayat dari Aisyah binti Abu Bakar yang berkata: Nabi Muhammad SAW senantiasa memperhatikan dan memilih untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis. (At-Tahdzib Fi al-Fiqh as-Syafi’i)

2. Hari diserahkannya amal perbuatan

Hari Senin dan Kamis dikenal sebagai waktu diperlihatkannya amal-amal manusia kepada Allah SWT. Karena itu, berpuasa pada hari itu menjadi keutamaan tersendiri, sebab seseorang berada dalam keadaan ibadah ketika amalnya diangkat.

Imam ad-Damiri (wafat 808 Hijriyah) menjelaskan bahwa maksud diserahkannya amal perbuatan adalah amal-amal manusia diperlihatkan kepada Allah Ta’ala.

Adapun catatan amalan manusia ditulis oleh para malaikat setiap hari sebanyak dua kali, yaitu pada siang dan malam hari. Sedangkan dalam setiap pekan, penyetoran amal itu terjadi pada hari Senin dan Kamis.

“Disunnahkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW, amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang apabila amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadis hasan. Yang dimaksud ialah diperlihatkannya amal-amal itu kepada Allah Ta‘ala. Adapun pengangkatan amal oleh para malaikat, maka hal itu terjadi dua kali, sekali pada malam hari dan sekali pada siang hari.” (An-Najmu al-Wahaj Fi Syarh al-Minhaj)

3. Dibukanya pintu-pintu surga

Keutamaan lain dari puasa sunnah Senin dan Kamis adalah karena pada kedua hari tersebut Allah membuka pintu surga. Di hari itu, Allah memberi ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang tidak menyekutukan-Nya, kecuali orang yang masih menyimpan permusuhan dengan saudaranya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |