Kata Ekonom soal Pernyataan Prabowo Ekonomi Ilmu Sederhana

4 hours ago 2

EKONOM Universitas Airlangga Surabaya Rahma Gafmi menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan ekonomi sebagai ilmu sederhana dan bukan ilmu ‘dewa-dewa’. Menurut Rahma, ekonomi adalah ilmu yang pelik. Ekonom pun harus memahami ekonometri, sejarah, filsafat, politik, hingga budaya.

“Jadi tidak sesimpel apa yang disampaikan Presiden Prabowo,” kata Rahma kepada Tempo pada Ahad, 26 Juli 2026. Ia menjelaskan, ekonomi modern bukan sekadar kurva penawaran dan permintaan sederhana atau angka-angka makroekonomi di atas kertas.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Di satu sisi, ucap Rahma, pandangan akademis dan teoritis menuntut kedalaman serta ketelitian lintas disiplin agar kebijakan yang dirumuskan tahan uji dan komprehensif. Di sisi lain, para pembuat kebijakan sering kali dihadapkan pada tuntutan pragmatisme, di mana keputusan harus diambil secara cepat di tengah tekanan politik. Oleh karena itu, Rahma memandang pemerintah perlu membangun arsitektur kebijakan yang adaptif, namun berakar kuat pada data.

Sementara itu, ekonom Universitas Andalas Padang Syafruddin Karimi menilai pernyataan Prabowo dapat mendemokratisasi pemahaman ekonomi jika digunakan untuk membongkar jargon, membuka data, dan menjelaskan kebijakan dengan bahasa yang dipahami rakyat. Namun, risiko muncul ketika kesederhanaan bahasa berubah menjadi sikap meremehkan keahlian, model, statistik, dan kritik profesional.

“Presiden tetap memegang mandat politik untuk menentukan arah, tetapi mandat itu tidak boleh menutup koreksi ilmiah,” ucap Syafruddin pada Ahad, 26 Juli 2026. Ia mengatakan ilmu ekonomi harus berfungsi sebagai pagar rasional agar kekuasaan tidak mengubah keyakinan politik menjadi kebijakan mahal tanpa pengujian.

Saat berpidato dalam acara puncak Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa, Prabowo mengatakan prinsip-prinsip pengelolaan kekayaan negara harusnya tidak dipandang sebagai ilmu yang rumit. Menurutnya, ekonomi bukanlah ilmu dewa-dewa.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan prinsip ekonomi bisa dipahami secara gampang. "Kalau Anda buka warung, ya itu ekonomi. Satu cangkir kopi modalnya berapa? Dijual berapa? Selisihnya itu untung, untung ditabung," kata Prabowo di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |