Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kanal
MNC Portal
Live TV
Radio Live
MNC Networks
Senin, 17 November 2025 - 06:45 WIB
Kabah terlihat anggun dari jendela Hotel Pullman. Foto: IMG/Arie Dwi Satrio
MAKKAH - Ada pengalaman spiritual yang tidak pernah benar-benar mampu didefinisikan dengan kata-kata: melihat Ka’bah dari kejauhan, dalam keheningan, saat hiruk pikuk Masjidil Haram perlahan meresap ke telinga seperti lantunan dzikir yang terus berputar. Dari jendela kamar Hotel Pullman ZamZam Makkah , pengalaman itu hadir dengan cara yang begitu tenang, hangat, dan menggugah hati.
Sejak langkah pertama memasuki kamar, pandangan langsung tertarik pada bingkai jendela besar yang menampilkan Masjidil Haram layaknya lukisan hidup. Ka’bah berdiri tegak di pusatnya—hitam, kokoh, dan sederhana—tetapi dengan energi yang menggetarkan dada. Di sekelilingnya, jutaan langkah para jemaah mengalir seperti arus tak berujung, menandai betapa hidupnya pusat ibadah umat Islam.
Baca Juga : Makkah di Musim Dingin: Ketika Angin Sejuk Menyentuh Jantung Para Tamu Allah
Sejenak, waktu seperti berhenti. Aroma karpet hotel yang lembut, hembusan AC ruang kamar, hingga suara dzikir dari layar televisi terasa melebur menjadi satu rangkaian suasana yang sulit ditemukan di tempat lain. Dari posisi ini, Ka’bah tidak lagi sekadar bangunan suci, tetapi menjadi saksi perjalanan spiritual pribadi.
Di bawah sana, ribuan jemaah sedang tawaf dengan langkah-langkah yang mungkin penuh harapan. Namun dari atas sini, semuanya terlihat seperti pusaran gelombang sunyi yang menghubungkan langit dan bumi.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel













































