Hutan Hilang, Banjir Menerjang

18 hours ago 4

Sejumlah warga berjalan di antara potongan kayu gelondongan yang bertumpuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Sampah kayu gelondongan itu menumpuk di sepanjang pantai Padang pasca banjir bandang beberapa hari terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banjir besar melanda sejumlah wilayah Indonesia. Provinsi Aceh menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak parah dari musibah ini. Puluhan nyawa hilang dan ratusan ribu warga terdampak.

Bencana banjir yang sering terjadi di Serambi Makkah bukan semata akibat cuaca ekstrem. Ini adalah akumulasi dari dampak deforestasi atau hilangnya hutan yang terus terjadi setiap tahun. Aceh menjadi semakin rentan terhadap bencana hidrometeorologi karena kehilangan daya dukung alam.

Jejak deforestasi dan dampaknya terhadap bencana banjir di Aceh terekam dalam publikasi yang dirilis Badan Pusat Statistik Aceh bekerja sama dengan Yayasan HAkA. Laporan yang diterbitkan pada Februari 2025 itu bertajuk “Dua Dekade Deforestasi, dari Hilangnya Hutan hingga Menurunnya Kesejahteraan”.

Dalam laporan itu disebutkan, total deforestasi di Aceh pada 2009-2023 mencapai 175.950 hektare. Jumlah itu setara dengan 2,89 persen dari total luas wilayah Aceh. Jika dilihat dari persentase terhadap luas hutan tahun 2016, deforestasi tersebut mencapai 9,45 persen, menunjukkan tekanan signifikan terhadap hutan dalam kurun waktu sekitar 14 tahun.

Tiga kabupaten menjadi penyumbang terbesar deforestasi. Aceh Timur mencatatkan angka tertinggi dengan 30.359 hektare, disusul Gayo Lues sebesar 13.516 hektare, dan Aceh Utara sebesar 12.810 hektare.

Sementara itu, wilayah dengan persentase deforestasi terbesar terhadap luas hutan adalah Kota Langsa. Sebanyak 43,96 persen hutan di daerah itu telah hilang dalam periode ini, meskipun luas deforestasinya hanya 832 hektare.

Berdasarkan laporan tersebut, angka deforestasi yang diolah dengan bersumber dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk periode 2003-2023, tren deforestasi melonjak drastis pada 2006 hingga 2009. Pada periode itu, Aceh kehilangan lebih dari 30 ribu hektare hutan per tahunnya. Sedangkan pada 2003, angka deforestasi tercatat sebesar 2.870 hektare.

“Sejak 2006, frekuensi banjir di Aceh terus meningkat, seiring dengan akumulasi deforestasi yang mengurangi tutupan hutan dan menurunkan kemampuan ekosistem dalam menyerap air hujan,” demikian ditulis dalam laporan tersebut.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |