Hari Menanam Pohon Indonesia, Ratusan Bibit Alpukat Ditanam di Desa Hu’u

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, DOMPU — PT Sumbawa Timur Mining (STM) memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia dengan menanam 250 bibit pohon alpukat di Dusun Nangadoro, Desa Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan yang dilakukan bersama pemerintah dan warga setempat ini merupakan bagian dari program penghijauan perusahaan yang saat ini masih berada dalam tahap eksplorasi pertambangan.

Hari Menanam Pohon Indonesia pertama kali diselenggarakan pada 28 November 2007 dan menjadi agenda tahunan mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008. Kegiatan ini merupakan upaya nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan. STM menjadi salah satu pihak yang turut berpartisipasi dalam mendukung upaya ini.

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025 di sekitar area kerja STM dimulai dari halaman Masjid Al-Abrar, Dusun Nangadoro. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat kecamatan dan desa setempat, perwakilan Badan Kesatuan Pengelolaan Hutan (BPKH) Topaso Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, serta warga sekitar. Pihak STM diwakili oleh Manajer Community Relations, Ulya Defretes; Principal Government Relations, Zulaikha; serta tim Sustainability.

Ulya Defretes mengatakan kegiatan ini bukan seremoni tahunan semata, melainkan bagian dari upaya pelestarian lingkungan terintegrasi yang berkelanjutan. “Penanaman pohon pada Hari Menanam Pohon Indonesia ini diharapkan memberi keseimbangan hidup. Karena pohon bisa menahan air, menahan erosi, menjaga kelestarian lingkungan, dan berkontribusi baik bagi alam sekitar. Khusus tanaman alpukat, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masa mendatang,” ujarnya melalui keterangan, Sabtu (29/11/2025).

Dalam laporan keberlanjutan perusahaan terkini, tercatat STM telah mereklamasi 11,51 hektare lahan sepanjang 2024, atau 43,3 persen lebih tinggi dari target tahunan. Upaya reklamasi terus berlanjut ke area yang telah selesai digunakan untuk keperluan eksplorasi pertambangan tembaga STM atau yang dikenal dengan Proyek Hu’u. Perencanaan dan proses reklamasi senantiasa dilaporkan STM kepada pemerintah secara berkala.

Untuk mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, STM memiliki nursery seluas 0,44 hektare berkapasitas 30.000 bibit tanaman. Bibit tersebut didominasi tanaman pionir yang mempercepat proses suksesi alami dan mendukung pertumbuhan komunitas tanaman lokal. Fasilitas pembibitan ini pun didukung energi terbarukan yang berasal dari panel surya sebagai wujud komitmen STM terhadap pengurangan emisi.

Camat Hu’u, Muhammad Iswan, menyampaikan dukungan terhadap berbagai kegiatan penghijauan yang diinisiasi STM. “Menanam pohon sama dengan menjaga bumi. Akar pohon akan mencegah terjadinya bencana alam. Mari kita tanam pohon ini untuk menjaga dan melestarikan alam kita,” ujarnya.

Selain aktivitas penanaman pohon yang rutin dilakukan, perusahaan juga mengadakan pembagian bibit secara berkala kepada warga untuk memperluas tutupan hijau di area strategis, termasuk kebun dan permukiman. Pembagian ini biasanya dilakukan bersamaan dengan Program Partisipasi Desa (PPD) serta pada hari-hari besar lainnya yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

STM secara berkala melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan di sekitar area eksplorasinya bekerja sama dengan pihak independen dan terakreditasi. Untuk mendukung program manajemen lingkungan yang terstandarisasi global, STM juga telah memperoleh ISO 14001:2015, meskipun belum memasuki tahapan produksi.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |