El Nino 2026 Telah Lampaui El Nino Kuat 2023

5 hours ago 2

FENOMENA El Nino tahun ini telah tumbuh lebih kuat daripada El Nino 2023. Tiga tahun lalu kenaikan suhu muka laut di Samudra Pasifik ekuator sebelah timur (area Nino3.4) tercatat maksimal 1,6 derajat Celsius. Sedangkan tahun ini, anomali suhu muka laut di area yang sama sudah +1,74 derajat di atas rata-rata klimatologisnya.

Peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menyodorkan data-data tersebut pada Sabtu, 25 Juli 2026. Dia mengutip antara lain dari Biro Meteorologi Australia atau BMO. "Sudah jelas dan terbukti El Nino 2026 lebih kuat daripada 2023," kata dia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kekuatan El Nino tahun ini pun disebutnya masih terus tumbuh, menyebabkan cekaman hari tanpa hujan yang semakin panjang di sebagian besar wilayah Indonesia. Erma yang juga Profesor Riset di bidang klimatologi menduga anomali kenaikan suhu muka laut itu bakal bisa melampaui peristiwa El Nino super 1997, bahkan 2015. Masing-masing El Nino super itu mencatatkan kenaikan suhu 2,2 dan 2,6 derajat. 

Pengendara melintasi Jembatan Alfian untuk menyeberangi Sungai Citarum yang mengering di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat 20 Oktober 2023. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena alam El Nino pada tahun ini menyebabkan kemarau yang lebih kering dan panjang, serta berdampak pada produksi pertanian dan mengeringnya sumber-sumber air. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

"Berdasarkan model BOM-nya Australia, tahun ini bisa menghangat +3,3," katanya merujuk kepada Bureau of Meteorology Climatology Australia. "Dan terbukti model BOM akurat memprediksi Juli ini masuk ke El Nino kuat," katanya menambahkan.   

Anomali menghangatnya suhu air di bawah muka laut (subsurface) di area yang sama bahkan lebih tinggi lagi. Erma menyebut angka +9 derajat Celsius setelah pekan lalu di mengungkap angka +7 derajat.

"Kemana kelebihan panas itu ditransfer kalau tidak ke seluruh penjuru laut terutama ke permukaan? Dan jika ada kondisi terlalu panas di permukaan laut, ke mana kelebihannya ditransfer kalau tidak ke atmosfer? Inilah mengapa El Nino super dipastikan bakal terjadi dan suhu muka laut bakal terus menanjak secara progresif," katanya menuturkan.

Sebagian ahli menyebut anomali yang begitu ekstrem di bawah muka laut Samudra Pasifik di bagian ekuator timur itu yang kini menciptakannya sebagai reservoir energi untuk badai bisa tumbuh. Begitu juga dengan kemungkinan rekor baru suhu global. 

Erma mengungkap pada Jumat lalu kalau sebanyak lima badai telah terdeteksi oleh Satelit Himawari sedang terbentuk di Samudra Pasifik. "Dua sudah berkembang menjadi siklon tropis: Fautso di laut dekat Meksiko dan Bertha dekat Houston. Satu lagi badai tropis yang semakin kuat juga sedang terbentuk secara intensif di laut Filipina."  

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |