Setelah fenomena rojali dan rohana, kini muncul fenomena rocadoh alias rombongan pencari jodoh di mal.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa waktu lalu pusat perbelanjaan atau mal sempat dihebohkan dengan fenomena pengunjung yang datang tetapi jarang beli alias rojali (rombongan jarang beli), rohana (rombongan hanya nanya), dan rohalus (rombongan hanya elus-elus). Kini fenomena serupa muncul di pusat perbelanjaan, tepatnya di Mall of Indonesia (MoI) di Jakarta Utara, yakni rocadoh alias rombongan cari jodoh.
Fenomena rocadoh membuat jagat media sosial heboh. Rocadoh di pusat perbelanjaan dipelopori Cindo Match yang membuka gerai fisik di MOI. Tak hanya itu, Cindo Match juga disebut aktif menggelar acara ajang mencari jodoh di berbagai mal.
Cindo Match adalah komunitas yang ingi membantu anggotanya menemukan pasangan. Namun, karena banyaknya peminat, khususnya dari warga China-Indonesia (Chindo), layanan pencari jodoh ini berkembang pesat.
Meski begitu, tidak sembarangan untuk menjadi anggota Cindo Match. Calon anggota harus formulir data pribadi yang dikurasi untuk dibuatkan CV, dengan syarat seperti batas usia minimal dan pendidikan sarjana. Data sensitif peserta pun tidak dipublikasikan demi menjaga privasi.
Setelah lolos ada beberapa paket berbayar yang bisa dipilih peserta. Paket itu mulai dari Rp50.000 untuk pemajangan CV di gerai hingga paket bundling seharga Rp250.000 yang memungkinkan memilih enam CV. Nantinya Cindo Match akan menjadi mediator alias makcomblang antara dua peserta.
Walaupun memakai diksi 'Cindo', komunitas ini tidak hanya membatasi peserta dari kalangan Chindo saja. Di biografi Instagramnya, Cindo Match menyatakan para peserta dari berbagai kalangan boleh bergabung. "Untuk semua suku."
Republika mencoba menghubungi Ricky Sen, founder Cindo Match, tetapi hingga berita ini diturunkan pesan kami belum dibalas.

21 hours ago
3

















































