REPUBLIKA.CO.ID,PACITAN – Pengelolaan sampah dinilai menjadi kunci menjaga kesehatan warga dan mencegah kerusakan lingkungan di daerah pesisir seperti Pacitan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat bertemu masyarakat dalam kegiatan “Penguatan Tata Kelola Sampah: Mulai dari Kita, Pacitan Bebas Sampah” di Desa Wareng, Punung, Jumat (28/11).
Ibas mengingatkan bahwa sampah yang tidak terkelola dapat memicu banjir, merusak tanah dan sungai, hingga mengancam ekosistem laut yang menjadi salah satu penopang ekonomi Pacitan. “Tidak boleh ada sampah-sampah warna-warni berserakan di sekitar kita. Peduli dimulai dari hal sederhana. Tolong pastikan kita juga bisa membuang sampah pada tempatnya. Bisa?” ucap Ibas disambut teriakan “Bisaa..” dari warga.
Ia menegaskan, krisis sampah bukan lagi isu kecil. Limbah plastik yang mencemari laut dapat menyebabkan kematian biota dan menurunkan kualitas hasil tangkapan nelayan. Sementara itu, sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan memperburuk kesehatan masyarakat. “Kita ingin sungai-sungai di Pacitan bersih dari sampah. Itu bagian dari cara kita mencintai dan menjaga Indonesia agar selalu asri,” tambahnya.
Menurut lulusan S3 IPB University tersebut, pengelolaan sampah tak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tapi juga dapat menjadi sumber ekonomi keluarga. “Sampah sesungguhnya bisa bermanfaat untuk energi dan pupuk. Sampah plastik pun jika dikembangkan melalui ekonomi kreatif bisa menambah pendapatan masyarakat,” jelas anggota DPR dari Jawa Timur VII itu.
Ibas mendorong hadirnya lebih banyak inovasi lokal seperti bank sampah, pemilahan sampah dari rumah, serta pelatihan daur ulang untuk UMKM perempuan dan generasi muda. “Mari kita berjanji kepada diri sendiri untuk menjaga kebersihan agar anak cucu kita mendapatkan keselamatan lahir dan batin. Dan kita terhindar dari bencana apakah itu banjir atau kerusakan alam lainnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut disambut antusias warga. Salah satu tokoh masyarakat Desa Wareng, Sutrisno (49), menilai edukasi yang dibawa Ibas membuka kesadaran baru mengenai dampak sampah terhadap kehidupan sehari-hari. “Kami jadi makin semangat menjaga lingkungan. Semoga ada pendampingan agar desa kami bisa bebas sampah,” katanya.
Pelaku UMKM kerajinan tangan, Siti Rohmah (34), berharap gerakan ini membantu usaha masyarakat kecil. “Sampah plastik bisa jadi peluang ekonomi. Kami menunggu pelatihan lanjutan untuk ibu-ibu,” ujarnya.
Ibas menutup kunjungan dengan pesan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama. “Langkah kecil yang kita mulai di desa akan berdampak besar pada masa depan Pacitan: bersih, sehat, dan sejahtera,” tutupnya.

4 hours ago
5













































