REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Global Sumud Flotilla 2.0 kembali digelar pada awal Mei 2026 sebagai bagian dari misi kemanusiaan internasional menembus blokade Israel di Jalur Gaza, Palestina. Setidaknya 430 aktivis dari 45 negara ikut ambil bagian dalam pelayaran tersebut, termasuk sejumlah tenaga medis dan aktivis perempuan.
Berikut beberapa aktivis perempuan dari berbagai negara yang ikut serta dalam misi GSF:
1. Margaret Connolly
Aktivis Margaret Connolly, yang merupakan adik perempuan Presiden Irlandia Catherine Connolly, turut berpartisipasi dalam pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) untuk menembus blokade Jalur Gaza, Palestina. la menumpangi salah satu kapal yang diintersep pasukan militer Israel di perairan internasional, Senin (18/5/2026).
Setelah berhasil selamat, Margaret menceritakan bahwa dia bersama rombongan aktivis berlayar untuk memberikan bantuan makanan, bahan bakar, dan bantuan medis. "Kami damai. Ssm Sekali tidak ada senjata di kapal. Yang saya hanya miliki hanyalah jaket dan sweeter," kata dia dilansir laman Irish Central, Senin (25/5/2026).
Margaret menggambarkan tiga hari penahanan oleh Israel sebagai pengalaman yang biadab, kejam, buruk, dan penuh kekerasan. Perempuan berusia 67 tahun itu mengaku belum pernah melihat bentuk pengendalian militer seburuk Israel.
Menurutnya, kondisi para aktivis sangat memprihatinkan. la menyebut terdapat 35 kasus patah tulang, lima cedera kepala, hingga 16 lainnya menjadi korban pelecehan seksual. Selain itu, beberapa orang mengalami cedera telinga, cedera mata, serta luka bakar akibat taser di bagian punggung dan alat kelamin.
"Kami pun tidak diberi satu pun obat penghilang rasa sakit untuk menangani cedera. Bahkan obat-obatan penting seperti untuk diabetes, tekanan darah, dan asma turut disita," kata Margaret. la pun menyerukan perubahan dunia yang lebih aman dan manusiawi, serta menegaskan bahwa rakyat Palestina berhak mendapatkan tanah mereka.
2. Bao Ngoc "Ashley"
Aktivis kemanusiaan Ashley merupakan satu-satunya partisipan GSF dari Vietnam. la berlayar menuju Jalur Gaza bersama kapal Barbaros, lalu diintercept dan diculik di perairan internasional oleh militer Israel.
la mengatakan memiliki dua alasan utama mengapa dirinya berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ini. Pertama, sebagai orang Vietnam ia merasa menanggung penderitaan yang sama dengan warga Palestina akibat kejahatan perang yang dilakukan imperialis barat terutama kekuasaan AS.
Alasan kedua, dia merasa GSF sebagai salah satu strategi efektif yang mencoba menghentikan penyerangan di Gaza dan menyudahi genosida Israel di sana. "Aku merasakan empati yang ekstrem dan luar biasa untuk orang-orang Palestina, dan apa yang mereka telah alami oleh zionis," kata dia.

2 hours ago
4
















































