AS Tuding Iran Luncurkan Rudal Kejutan ke Pangkalan di Yordania

1 hour ago 3

SAlah satu pangkalan militer Amerika Serikat di Rukban, Yordania.

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN – Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan bahwa sejumlah rudal diluncurkan beberapa jam lalu dalam apa yang mereka yakini sebagai upaya serangan mendadak terhadap pangkalan-pangkalan di Timur Tengah. Kali ini yang jadi sasaran utama adalah pangkalan AS yang berlokasi di Yordania.

Pihak CENTCOM menyatakan bahwa semua rudal berhasil dicegat dan pasukan AS tetap dalam keadaan siaga. Sejauh ini pasukan AS di Teluk sedang menunggu kabar dari Presiden AS Donald Trump, yang telah meninggalkan Ruang Oval dan telah diberi informasi mengenai situasi yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Baru beberapa hari yang lalu, Trump menggambarkan pembicaraan dengan Iran berlangsung sangat bersahabat, namun juga memperingatkan bahwa ia tidak yakin pihak Iran serius membahas perdamaian. Ia menekankan AS akan mengambil tindakan militer yang sangat keras jika ia merasa hal itu terjadi. 

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa AS mungkin akan merespons secara militer terhadap peristiwa yang terjadi dalam satu jam terakhir.

Aljazirah menganalisis, Trump sering berbicara tentang keinginannya untuk mencapai kesepakatan dengan pihak Iran, namun ini merupakan pengingat dari Iran akan keberadaan mereka.

Iran tahu bahwa Trump telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai situasi di Iran dalam beberapa jam terakhir di Gedung Putih. Jadi, sepertinya ini adalah cara Iran mengirimkan pesan bahwa mereka perlu dilibatkan dalam segala pembahasan.

Saat ini, AS juga menempatkan lebih dari 20 kapal Angkatan Laut di kawasan tersebut, yang banyak di antaranya terlibat dalam blokade terhadap Iran guna mencegah kapal keluar-masuk. Pihak Iran memandang hal ini sebagai tindakan perang. 

Iran belum menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang dilaporkan terjadi di Yordania. Namun, Iran sebelumnya pernah menargetkan Pangkalan Udara al-Azraq di Yordania karena kemampuan komando dan kendali canggih yang disediakan pangkalan tersebut bagi Angkatan Udara AS.

Harga kontrak berjangka minyak AS melonjak lebih dari 4 persen hingga melampaui 82 dolar AS per barel setelah militer AS mengonfirmasi adanya serangan rudal balistik Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.

Sebelumnya pada Selasa, harga minyak sempat turun menyusul keputusan mendadak Washington untuk menangguhkan serangan udara terhadap Iran pada hari Sabtu, di tengah para pedagang yang terus memantau laporan mengenai pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran.

Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent juga naik menyusul serangan terbaru Iran terhadap pasukan AS, dan kini diperdagangkan di atas 88 dolar AS per barel.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |