Apresiasi Doktor HC untuk Kepala BNN, Serian Ingatkan Tantangan Berat Berantas Narkoba

3 hours ago 1

Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa (Dr H C) kepada Komjen Pol Suyudi Ario Seto oleh Universitas Tarumanegara (Untar).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengamat sosial Dr Serian Wijatno memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Badan Nasional Narkotika (BNN) dalam pemberantasan korupsi meski tantangan yang dihadapi semakin berat.

Hal itu dikemukakan Serian usai penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa (Dr H C) kepada Komjen Pol Suyudi Ario Seto oleh Universitas Tarumanegara (Untar) kemarin.

Gelar kehormatan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kepemimpinan, serta kontribusi pemikiran strategis Kepala BNN RI dalam memandang narkoba sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional dan masa depan Indonesia dari perspektif ilmu hukum.

Serian yang juga Ketua Yayasan Tarumanagara periode 2007 -2012 mengatakan, kiprah BNN yang terus menunjukan komitmen yang tinggi adalah bukti komitmen kuat BNN dalam mendukung pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing melalui Asta Cita.

“Khususnya dalam agenda pemberantasan narkoba sebagai bagian dari reformasi sistem hukum dan penguatan keamanan nasional, kata dia ditemui disela-sela kegiatan, di Jakarta, Ahad (1/2/2026).

Serian memaparkan, indikator kinerja BNN bisa dilihat dalam memberantas peredaran gelap narkotika sepanjang 2025. Di bawah kepemimpinan Komjen Pol Suyudi Ario Seto, BNN dinilai berhasil memadukan pendekatan penegakan hukum yang tegas dengan strategi kemanusiaan yang terukur.

"Kepemimpinan Komjen Suyudi menunjukkan progresivitas yang nyata,” ujar Serian yang dipercaya dalam jajaran kepenegu Yayasan Tarumanagara lebih dari 20 tahun ini.

Tidak sekadar menangkap pelaku, kata dia, tetapi ada upaya sistematis untuk memiskinkan bandar melalui penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) secara agresif.

Serian menyoroti efektivitas operasional BNN yang tercermin dalam statistik akhir tahun 2025. Sepanjang tahun tersebut, BNN tercatat berhasil mengungkap sebanyak 746 kasus tindak pidana narkotika dengan total tersangka yang diringkus mencapai 1.174 orang.

Keberhasilan ini juga, kata dia, dibarengi dengan penyitaan barang bukti dalam jumlah yang fantastis, yakni lebih dari 4 ton sabu (4.011.723,13 gram) dan sekitar 2,1 ton ganja (2.178.306,42 gram).

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |