3 Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Perempuan Lepas dari Komparasi di Media Sosial

16 hours ago 4

CANTIKA.COM, Jakarta - Sejumlah penelitian internasional menunjukkan bahwa perempuan, terutama remaja dan perempuan muda, lebih rentan terpengaruh oleh komparasi di media sosial. Sebuah studi tahun 2022 berjudul Instagram Use and Body Dissatisfaction: The Mediating Role of Upward Social Comparison with Peers and Influencers among Young Females menemukan bahwa hanya dengan melakukan scrolling pasif di Instagram, perempuan muda sudah cenderung membandingkan diri dengan influencer. Proses tersebut langsung menurunkan penghargaan terhadap tubuh. Temuan ini sejalan dengan riset Social Comparison on Instagram, and Its Relationship with Self-Esteem and Body-Esteem (2024) yang menunjukkan bahwa melihat konten yang memicu upward comparison dapat membuat perempuan merasa kurang menarik atau kurang percaya diri, bahkan hanya dalam hitungan menit.

Dampaknya enggak cuma berhenti di citra tubuh. Adapula penelitian yang menyebutkan aktivitas berbasis penampilan di media sosial dapat meningkatkan body dissatisfaction pada remaja perempuan dalam jangka panjang. Sementara itu, studi The Psychology of Social Comparison on Instagram (2025) menemukan bahwa tekanan visual ini juga berhubungan dengan stres psikologis dan self-esteem yang menurun.

Agar tidak terjebak dalam lubang komparasi, ada sejumlah kebiasaan atau habit sederhana yang bisa diterapkan menurut psikolog Samanta Elseener. Kebiasaan pertama yang disarankan adalah selalu latihan reframe atau membingkai ulang pikiran. Fokusnya hanya ke diri sendiri.

"Jadi, kita hanya bisa komparasi dengan hidup kita saat ini dengan kemarin," ucap Samanta kepada Cantika di Jakarta, Kamis, 20 November 2025.

Selanjutnya adalah selalu bersyukur. "Kita harus mempraktikkan bersyukur. Dengan bersyukur, kita lebih menerima. Kita tahu apa yang sudah kita lalui, apa yang terjadi dalam hidup kita," ujarnya.

"Semakin kita praktik, kita bisa banyak mendapatkan keberkahan, seperti imun tubuh kita lebih baik, lebih bahagia, dan kita menjalani kehidupan lebih bermakna," tambahnya.

Kebiasaan ketiga yang bisa diterapkan adalah pola hidup sehat. "Yang ketiga, habit untuk selalu jaga tidur, berolahraga, makan makanan sehat dan bergizi," tuturnya. Saat pikiran kita jernih, kita lebih bisa mengatur emosi. Samanta juga merekomendasikan membangun kebiasaan menyadari kondisi diri saat itu, lebih sering self-talk untuk menjaga kewarasan, dan memahami value diri. Semoga tips untuk mencegah komparasi media sosial dari psikolog Samanta bisa bermanfaat.

Pilihan Editor: Merasa Kesepian Walau Banyak Followers Media Sosial, Ini Kata Psikolog

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |